Suplemen Peningkat Libido

Foreplay Sebelum Puncak

Supaya tidak membosankan, hubungan seksual butuh variasi. Salah satunya melalui foreplay atau pemanasan. Sebab, pemanasan dalam hubungan seks merupakan sarana untuk mempermudah rangsangan.

Secara biologis, tubuh akan merespons rangsangan yang dilakukan pada titik-titik tertentu. Kemudian dilanjutkan dengan melibatkan kedua organ vital kedua pasangan.

"Foreplay dilakukan sebelum hubungan seksual benar-benar terjadi. Tujuannya, agar meningkatkan mutu dari kepuasan seksual atau orgasme. Secara psikologi, hal ini bisa meningkatkan hubungan emosional pasangan tersebut," papar Health Care Professionals dari Nuffield Hospital Bristol Dr Annie Evans MB BChir MA.

Secara fisiologis, manfaat foreplay adalah dapat mendorong proses lubrikasi atau timbulnya cairan dalam organ "V" perempuan saat berhubungan seksual. Cairan itu sangat membantu dalam proses hubungan pasutri. Bahkan, banyak kasus foreplay justru jauh lebih lama jika dibandingkan dengan proses hubungan seksual itu sendiri.

Pemanasan bagi pria bisa membantu dalam proses ereksi. Sementara, untuk perempuan bisa membantu proses stimulasi vagina untuk mengeluarkan cairan lubrikasi agar lancar ketika berhubungan seksual. Jadi, bagi pria maupun perempuan foreplay dianggap sebagai pendahuluan untuk mencapai orgasme.

Sementara itu, androlog dan konsultan seksual dari RSP Pertamina dr Anita Gunawan MS Sp And mengatakan, sebelum berhubungan seks, suami-istri perlu melalui beberapa tahapan.

Pertama adalah foreplay atau pemanasan. "Kalau tidak melakukannya seperti berhubungan dengan wanita simpanan atau PSK.Berhubungan intim cepat, lalu langsung bayar," paparnya.

Dengan foreplay, hubungan seksual akan lebih berkualitas. Tidak hanya fisik, kepuasan batin pun terpenuhi. Foreplay sangat dibutuhkan untuk membangkitkan rangsangan agar kedua pasangan siap dalam melakukan hubungan intim. Rangsangan ini terutama dilakukan terhadap istri karena umumnya peningkatan libido pada perempuan lebih lama dibandingkan pria.

Menurut Anita, bila hubungan seksual dilakukan tanpa pemanasan terlebih dulu, atau sebelum lubrikasi terjadi, kemungkinan istri akan merasa tidak nyaman dan sulit menikmati. Tak mustahil istri tidak dapat mencapai orgasme. Padahal hubungan seksual antara suami dan istri harus dilandasi atas keinginan bersama, bukan keinginan satu pihak.

Dengan begitu, hubungan seks dapat dilakukan dengan tenang dan rileks, konsentrasi, kuasai diri, dan tidak menggebu-gebu. "Jangan lupa,lakukan semuanya dengan tuntas, yakni suami dan istri mencapai orgasme. Dengan begitu, kenikmatan bisa dialami bersama," tandasnya.

Lamanya foreplay bervariasi, antara 15 hingga 30 menit. Bahkan, ada yang mencapai satu jam. Tapi, itu tidak dilakukan terus-menerus. Misalnya, 15 menit foreplay lalu berhenti dan mendengarkan musik atau menonton TV. Kemudian dilanjutkan kembali, begitulah seterusnya hingga kedua pasangan memutuskan pada hubungan yang lebih jauh. Anita menambahkan, foreplay itu tidak harus selalu diakhiri dengan hubungan intim.

Banyak pasangan yang menunda berhubungan intim setelah lama melakukan foreplay. Hal itu sah saja tergantung komunikasi di antara kedua pasangan. Yang perlu diperhatikan, hubungan intim bukanlah sesuatu yang harus dipaksakan. Terpenting, baik suami dan istri sedang sama-sama siap "tempur".

"Bila memang istri sedang tidak mood karena sedang sakit atau mungkin letih akibat pekerjaan menumpuk, sebaiknya jangan dipaksakan. Begitu juga bila suami tak siap," tuturnya.(mg-7/lenny handayani/sindo/ang)