Bagaimana Konsepsi Itu?

Bagaimana proses penciptaan manusia itu terjadi? Mula-mula harus ada sel telur yang matang tiba di tuba fallopi, lalu ada sperma masuk menembus dinding sel telur. Perpaduan dua sel itu menyebabkan timbulnya mahluk baru yang disebut zigot. Calon manusia atau zigot itu membelah diri terus menerus dan berangsur-angsur membentuk bayi di dalam rahim ibu.

Kita ketahui bahwa manusia memiliki 23 pasang kromosom atau pembawa sifat dalam dirinya. Sel telur maupun sperma hanya memiliki separuh kromosom atau 23 kromosom tanpa pasangan. Ketika keduanya bersatu menjadi zigot, masing-masing kromosom akan bersatu lagi sehingga membentuk 23 pasang kromosom. Artinya, separuh kromosom anak dari ayah dan separuh lagi dari ibu.

Kromosom pembawa sifat seksual adalah kromosom nomor 23. Pada perempuan, kromosomnya adalah XX. Sel telurnya berkromosom X (separuh dari XX). Laki-laki memiliki kromosom XY, maka spermanya bisa hanya memiliki kromosom X atau hanya kromosom Y (ingat, hanya separuh kromosom yang ada dalam sperma). Jika sel telur bertemu sperma dengan kromosom X, maka menjadi zigot berkromosom XX dan lahirlah anak perempuan. Jika sel telur bertemu sperma dengan kromosom Y, maka menjadi zigot berkromosom XY dan lahirlah anak laki-laki. Jadi, sumbangan kromosom dari ayah yang menentukan jenis kelamin anak.