Infeksi Vagina



Pada periode ovulasi, hampir semua wanita mengeluarkan caira berwarna putih bening dari vagina. Cairan seperti apa yang perlu dikhawatirkan?

Pada waktu-waktu tertentu, keluarnya cairan putih bening dari vagina adalah wajar. Misalnya pada saat ovulasi atau tahap perangsangan seksual.

Wanita memang telah diberi mekanisme pertahanan secara fisiologis untuk mengeluarkan cairan yang berfungsi melumasi dinding dalam vagina, sehingga mengurangi gesekan yang mungkin terjadi saat berhubungan seksual.

Yang perlu dikhawatirkan adalah, keluarnya cairan vagina yang tidak normal. Berbau tidak enak, berwarna abu-abu kehijauan, timbul rasa gatal, panas atau nyeri, serta vagina berwarna merah. Tanda-tanda ini mengindikasikan adanya infeksi vagina.

Menelusuri penyebabnya

Ada dua jenis inflamasi (peradangan) pada vagina (vaginitis), yaitu vaginitis infeksi dan vaginitis non-infeksi. Vaginitis infeksi disebabkan oleh organisme seperti jamur Candida albicans dan bakteri Haemophillus vaginalis. Mikroorganisme yang merugikan (patogen) ini menyebabkan infeksi dan memerlukan penanganan medis sesegera mungkin.

Sedangkan vaginitis non-infeksi disebabkan oleh iritasi bahan-bahan kimia dalam krim, semprot, sabun atau pakaian ang kontak dengan daerah seputar bagian luar vagina (vulva). Perubahan hormon selama kehamilan atau menopause juga dapat menimbulkan inflamasi pada vagina

Di bawah ini beberapa penyebab yang menimbulkan infeksi pada vagina:

1. Infeksi karena jamur dan bakteri, seperti jamur Candida albicans dan bakteri Haemophillus vaginalis
2. Keputihan yang berhubungan dengan menopause (atrophic vaginitis)
3. Infeksi pada leher rahim (cervicitis)
4. zat-zat yang bersifat iritatif, seperti sabun cuci dan pelembut pakaian
5. Kurang menjaga kebersihan daerah sekitar vagina
6. Pakaian dalam yang terlalu ketat, tidak berpori-pori dan tidak menyerap keringat
7. Obat-obatan
8. Perubahan hormonal

Lain Penyebab, Lain Obat

Segera kunjungi dokter apabila keputihan semakin menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan. Misalnya saja, nyeri pada perut bagian bawah atau tercium bau tak sedap pada vagina, atau lendir yang keluar dari vagina disertai dengan darah.

Pengobatan untuk keputihan tergantung dari penyebabnya. Misalnya, kalau keputihan disebabkan oleh jamur, maka harus mengkonsumsi obat anti jamur berupa tablet atau kapsul yang diminum. Selain itu, diberikan juga tablet yang mengandung anti jamur, yang dimasukkan kedalam vagina. Obat ini bekerja secara langsung pada vagina yang terinfeksi.

Sedangkan kalau penyebabnya kuman, maka harus mengkonsumsi antibiotik. Pada menopause, pengobatan dilakukan dengan memberikan obat yang diminum atau krim yang dioleskan ke vagina yang sama-sama mengandung hormon.

Sedangkan kalau keputihan disebabkan oleh penyakit hubungan seksual, maka suami harus juga diobati. Bahkan, ia dianjurkan untuk memakai kondom selama masa pengobatan, atau tidak melakukan hubungan seksual sama sekali.

Siapa yang Berisiko?

* Wanita yang mengidap sakit gula (Diabetes Mellitus)

* Menggunakan pil KB atau obat-obatan tertentu

* Ibu hamil

* Wanita yang kegemukan

* Wanita yang berhubungan seksual dengan pria yang mengidap penyakit kelamin.

Penting, Pola Hidup Bersih!

Selalu menjaga kebersihan daerah kemaluan akan mencegah terjadinya infeksi vagina.

-         Jaga kebersihan dengan selalu membasuh daerah kemaluan dengan air bersih. Jangan terlalu sering menggunakan produk pembersih vagina.

-         Biasakan membasuh dari arah depan ke belakang sesudah buang air kecil atau besar. Ini mencegah vagina tercemar dari organisme yang bersal dari anus.

-         Hindari pemakaian celana dalam yang ketat terlalu sering, terutama yang terbuat dari bahan nilon. Lebih baik memakai celana dalam dari bahan yang menyerap keringat.

-         Hindari terlalu sering menggunakan tissue toilet (khususnya yang wangi) setiap buang air kecil atau besar. Kalau memungkinkan, misalnya di rumah, ganti kebiasaan ini dengan menggunakan handuk atau kain kecil yang bersih.

-         Hindari pemakaian tissue atau pembalut yang dapat menyebabkan alergi.

-         Menjaga kesehatan tubuh dengan mongonsumsi makanan yang sehat dan bervariasi.