Masa Depan Seks : Reproduksi Buatan

Perkembangan teknologi reproduksi buatan akan membuat seks semakin berkembang terpisah dari persoalan reproduksi. Hubungan seks yang dilakukan akan tidak lagi berkaitan dengan fungsi reproduksi. Hal itu semata-mata dilakukan untuk rekreasi atau kesenangan. Reproduksi akan menjadi sesuatu yang berbeda. Saat ini beberapa teknologi yang terkait dengan reproduksi sedang dikembangkan secara intensif. Beberapa teknologi itu adalah :

1. Fertilisasi in vitro dan pemindahan embrio. Sperma dan ovum diambil dari ayah dan ibu lalu dipertemukan di laboratorium. Setelah menjadi embrio dipindahkan lagi ke rahim ibu sampai melahirkan.

2. Gamet intrafallopian transfer. Ovum dari ovarium dipindahkan ke tuba fallopi bersamaan dengan sperma.

3. Zigot intrafallopian transfer. Mirip dengan Fertilisasi in vitro hanya saja yang dipindahkan adalah zigot atau belum berupa embrio. Pemindahannya juga bukan ke rahim tapi ke tuba fallopi.

4. Kloning, yakni menduplikasi manusia. Prosedurnya adalah mengosongkan inti sel telur sehingga tidak lagi memiliki kromosom pembawa DNA, lalu dimasuki inti sel somatik donor yang mengandung DNA dan komponen genetik lengkap (tidak bisa sperma karena sperma hanya memiliki separuh kromosom). Sel telur itu lalu dikembangkan dalam rahim. Sang anak hasil kloning akan identik secara genetik dengan donor. Saat ini, kloning manusia masih wacana karena dianggap tidak etis.