Temuan Baru Tentang Gairah Seksualitas

Para ahli sepakat menempatkan gairah seks di urutan ketiga dalam kebutuhan dasar manusia. Tempat teratas tentu saja ditempati oleh naluri dasar hewani untuk bertahan hidup dan memuaskan rasa lapar. Gairah seksual memang sangat menentukan perkembangan kehidupan manusia. Tapi dilihat dalam konteks bertahan hidup secara individu, hal ini jadi agak kurang berarti.

Tiga insting dasar itu dikendalikan oleh lapisan otak yang paling primitif, yaitu sistem limbik. Pusat seksual manusia adalah suatu jaringan sirkuit saraf-saraf otak yang kompleks, yang mengaktifkan dan menghambat hasrat. Belum ditemukan bukti yang dapat melukiskan pola-pola yang menghubungkan pusat seksual dengan bagian-bagian otak yang lain. Namun sudah jelas bahwa sirkuit seksual itu terhubung pada rasa sakit dan rasa senang (setuju, kan?).

Semua tingkah laku manusia ditujukan untuk mencari sesuatu yang menyenangkan dan menghindari rasa sakit. Selain itu, rasa sakit selalu mempunyai prioritas yang lebih tinggi ketimbang rasa senang.

Jaringan berantai di antara pusat seksual dan pusat rasa sakit di otak berfungsi sebagai penyangga terhadap efek dari problem-problem emosional yang bersumber dari kehidupan seksual. Asal tahu saja, nih, pusat rasa sakit itu tak membedakan rasa sakit secara fisik atau mental. Kalau sedang dalam bahaya, pusat seks di otak bakal otomatis non-aktif.

Perilaku manusia juga menunjukkan bahwa pusat seksual yang terhubung dengan bagian-bagian otak bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi yang lebih kompleks. Contohnya, fungsi terhadap kecakapan analitis dan kemampuan mengingat (memori). Kalau tidak, gimana, dong, kita bisa menjelaskan efek fantasi atau mengenang nikmatnya hasrat seksual?