Menikmati Bulan Madu Tanpa Gangguan Menstruasi

Bagi pasangan pengantin baru, nikmatnya berbulan madu merupakan masa yang paling ditunggu-tunggu. Namun, apa daya ketika pasangan tercinta mengabarkan dirinya baru saja kedatangan tamu bulanan atau menstruasi. Sejuta rasa berkecamuk di dada pengantin pria. Dengan terpaksa, ia harus sabar menunggu hingga masa menstruasi selesai pekan depan.

Kondisi semacam itu kini tak perlu terjadi dengan ditemukannya pil kontrasepsi berbahan dasar drospirenone produksi PT Schering Indonesia dengan nama dagang “Yasmin”. Pil kontrasepsi itu mampu mengatur siklus haid untuk tidak keluar selama kurun waktu 126 hari. Dijamin, masalah menstruasi tidak akan mengganggu indahnya bulan madu Anda!

Dr Andon Hestiantoro, staf pengajar bagian Obstetri & Ginekologi FKUI/RSCM dalam acara media edukasi bertema “Contraception: Your Life, Your Family and Your Freedom yang digelar PT Schering Indonesia, di Jakarta, menuturkan, kaum perempuan kini memiliki kesempatan untuk menunda siklus haid-nya. Menunda menstruasi hingga 4 bulan sekali telah menjadi trend di luar negeri.

Hal itu sangat berguna tidak saja bagi perempuan yang ingin mengatur jarak kehamilan, tetapi juga perempuan yang tidak ingin mendapat menstruasi dalam kurun waktu tertentu karena ada “hajat” seperti bulan madu, pertandingan olahraga, melaksanakan ibadah haji/umrah, ibadah puasa di bulan Ramadhan atau liburan ke luar negeri.“Jalan-jalan ke luar negeri dalam kondisi sedang menstruasi kan rasanya tidak nyaman, karena harus sering bolak balik ganti pembalut. Belum lagi jika terkena sindrom pra-haid dan saat haid yang bisa mengganggu hubungan dengan pasangan atau keluarga,” ujarnya.Karena, lanjut dr Andon, 3 dari 4 perempuan mengalami sindrom pra-haid dan saat haid berupa perasaan depresi, mudah marah, gangguan konsentrasi, nafsu makan bertambah, payudara yang sensitif, kembung, sakit kepala, nyeri haid, kram perut, perdarahan yang banyak serta anemia.“Sindroma semacam itu dapat mengganggu aktivitas perempuan, terutama mereka yang aktif dengan mobilisasi tinggi. Oleh karena itu, mengatur sendiri siklus haid hingga empat bulan sekali, dirasakan sangat bermanfaat baik untuk kehidupan mereka sendiri maupun keluarga,” katanya.Ia menuturkan, hal itu bisa terjadi karena pil kontrasepsi generasi terbaru itu mengandung drospirenone, hormon yang sangat menyerupai progesteron– salah satu hormon dalam tubuh.

Berbeda dengan pil kontrasepsi konvensional yang mengandung hormon estrogen yang memiliki dampak menimbun air dalam tubuh, “Yasmin” tidak menyebabkan kegemukan.“Satu kekhawatiran perempuan mengkonsumi pil kontrasepsi selama ini karena pil tersebut menyebabkan gemuk. Kondisi itu tidak ditemui di pil kontrasepsi dengan bahan drospirenone yang mampu menghalangi timbunan air yang membuat perempuan merasa “lebih berat” atau terlihat gemuk. Padahal, perempuan paling ribut soal penampilan,” kata dr Andon.

Kelebihan lain dari progesteron drospirenon adalah membuat kulit lebih stabil dan indah. Secara perlahan, jerawat menghilang dari wajah.“Salah satu penyebab jerawat dan kulit berminyak karena berlebihnya hormon pria atau rasa sensitif yang tinggi terhadap hormon pria. Sementara progesteron drospirenone memiliki efek positif terhadap kulit sehingga tidak terlalu berminyak dan mengurangi jerawat,” katanya.

Tentang mekanisme penundaan menstruasi, dr Andon menjelaskan, hal itu merupakan cara mudah. “Bila Anda mengkonsumsi pil KB seperti biasa, yaitu minum setiap hari selama tiga pekan, maka siklus haid akan teratur setiap bulannya. Dan, untuk memperpanjang siklus haid, Anda tetap mengkonsumsi selama tiga pekan tanpa jeda. Jadi, setelah pil kontrasepsi itu habis, langsung minum pil lagi hingga 126 hari,” tuturnya.

Dengan meminum hormon dari luar, menurut Andon, hormon pada otak yang terkait akan berhenti bekerja, sehingga indung telurpun beristirahat. Nah, haid sendiri berasal dari peluruhan dinding rahim yang menebal pada periode tertentu. Penebalan dinding rahim atau kerap disebut endometrium akan terjadi sebagai upaya untuk tempat janin melekat.

Bila tidak ada telur yang dibuahi, otomatis dinding rahim itu meluruh. Konsumsi pil KB tanpa jeda itu, akan membuat lapisan endometrium tak pernah menebal untuk jangka waktu tertentu.Ditanya tingkat keamanan pil kontrasepsi itu, dr Andon mengutip penelitian terbaru yang dilakukan Foldart dan kawan-kawan pada 2006. Penelitian itu menyimpulkan bahwa penggunaan jangka panjang formulasi 30 ug EE dan 3 mg DRSP selama 126 hari tanpa interval, ternyata aman, efektif dan dapat diterima dengan baik oleh penggunanya.

Selain itu, penggunaan pil kontrasepsi itu memberi efek positif seperti menurunkan darah haid, menurunkan retensi cairan serta mengurangi sindrom prahaid.Perempuan yang ingin memperpanjang siklus haid itu tidak perlu khawatir mengenai masalah kesuburan. Meski diminum selama satu tahun, perempuan tersebut tetap bisa subur kembali. Namun, efek samping tetap ada, terutama bila pil tersebut diminum tanpa jeda. Kemungkina besar akan terjadi pendarahan berupa bercak.

Untuk mengatasinya, menurut dr Andon, harus ada interval bebas hormon. Artinya, selama minum pil kontrasepsi itu harus selalu ada tenggang waktu tidak minum pil. Jika minum pil kontrasepsi itu selama 9 pekan berturut-turut harus ada waktu sepekan tanpa minum pil.