Nonton BF Tak Bereaksi

“Saya pria berumur 33 tahun, dalam waktu dekat akan melangsungkan pernikahan. Saya berusaha menjaga kesehatan jasmani dalam ukuran yang saya anggap baik, yaitu tidak merokok, berolahraga seminggu sekali, serta tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang dan minuman keras. Saya belum pernah melakukan hubungan seksual.

Sekitar tiga tahun lalu saya mengalami pembengkakan ginjal pada kedua belah ginjal, tetapi tidak sampai dirawat. Saya hanya berobat jalan selama satu bulan. Kondisi kesehatan ginjal saya saat ini telah baik. Meskipun demikian, ada hal yang cukup mengganggu perihal kesehatan fungsi seks saya, yaitu dalam hal ereksi.Dari segi ukuran penis, saya tidak mengalami masalah, tetapi bila diperhatikan, saya tidak mengalami ereksi yang sering/cukup, seperti di pagi hari, misalnya. Saya coba perhatikan hal ini déngan menstimulasi penis, tetapi ereksi yang dihasilkan tidak cukup baik. Sebagai gambaran, ereksi yang terjadi hanya berupa keras, maksimal 1 menit, dan arah penis cenderung tetap ke bawah. Pernah saya coba dengan menonton adegan dalam blue film, tetapi bahkan saya sama sekali tidak ereksi. Kondisi yang sama bahkan terjadi pada saat saya berdekatan dengan calon istri, dalam arti ketika berciuman. Hal ini cukup mengganggu saya. Apakah telah terjadi disfungsi dalam sistem seksual saya, meskipun orientasi seksual saya tidak menyimpang? Ada kekhawatiran dalam diri saya, apakah saya dapat melakukan hubungan seksual dengan baik. Apakah hal ini disebabkan oleh masalah ginjal yang pernah saya alami? Apa yang perlu saya lakukan?”(S., Bandung)

Jawaban:

Khawatir Distungsi Ereksi

Banyak orang merasa khawatir dengan fungsi seksualnya. Pria umumnya merasa khawatir kalau fungsi ereksinya dianggap tidak normal. Kekhawatiran seperti itu wajar dan boleh saja. Sayangnya, kekhawatiran yang muncul acapkali tidak berdasarkan alasan yang kuatKekhawatiran Anda mengenai ereksi yang tidak normal, saya anggap wajar. Meski demikian, dengan penjelasan berikut, saya harapkan kekhawatiran itu tidak semakin mengganggu.Pria normal memang mengalami ereksi spontan yang terjadi selama tidur malam. Sisa ereksi spontan di malam hari itu tampak pada pagi hari ketika pria bangun tidur.Ereksi spontan ini berkaitan erat dan tergantung pada fungsi hormon testosteron. Karena itu, pada pria yang mengalami penurunan kadar hormon testosteron, ereksi spontan sangat jarang atau tidak terjadi.Kalau di pagi hari tak terjadi ereksi spontan, bukan berarti pada malam hari selama tidur Anda pasti tidak mengalami. Mungkin saja ereksi spontan telah terjadi selama tidur malam, tetapi tidak tersisa pada pagi hari ketika bangun tidur.Barangkali inilah yang Anda alami, sehingga Anda beranggapan tidak terjadi ereksi ketika bangun tidur pada pagi hari.

Kurang Rangsangan

Di pihak lain, ereksi yang muncul karena rangsangan seksual, kurang bergantung pada hormon testosteron. Namun, tetap diperlukan dorongan seksual agar terjadi ereksi yang normal. Kalau Anda tidak mengalami ereksi yang baik ketika melakukan rangsangan sendiri, mungkin saja karena rangsangan yang Anda terima tidak cukup. Demikian juga ketika Anda coba menonton film porno.Mungkin juga adegan film porno tidak memberikan rangsangan yang cukup bagi Anda. Bahkan, mungkin tidak memberikan rangsangan sama sekali bila ternyata adegan itu tidak Anda sukai.Kalau ketika berciuman dengan calon istri, Anda juga tidak mengalami ereksi, tentu tergantung bagaimana ciuman dilakukan dan bagaimana reaksinya. Kalau ciuman yang Anda dan dia lakukan hanyalah ciuman sayang, tentu saja tidak akan menimbulkan ereksi. Justru aneh kalau ciuman sayang kemudian menimbulkan ereksi.Sebaliknya, kalau ciuman dilakukan disertai dorongan seksual, wajar bila terjadi ereksi. Selain itu, lihat juga bagaimana keadaan psikis Anda pada waktu itu.Kalau ciuman dilakukan disertai hambatan psikis seperti perasaan bersalah, tentu tidak mungkin menimbulkan ereksi.

Rasional Saja

Mengenal pembengkakan ginjal yang pernah Anda alami saya tidak tahu pasti apa yang sebenarnya Anda alami. Namun, melihat perawatan yang “biasa saja”, mungkin bukan suatu masalah, dan tidak ada hubungannya dengan gangguan ereksi.Saya pikir sebaiknya Anda tidak merasa khawatir berlebihan untuk sesuatu yang belum tentu benar terjadi. Kalau Anda telah merencanakan menikah, silakan lanjutkan saja.Di dalam pernikahan kelak, andaikata benar terjadi masalah dengan fungsi ereksi, segeralah berkonsultasi lebih jauh dan mendapat pengobatan. Saya pikir ini lebih rasional dan praktis.