Mengenali Sperma Subur

Saya pria 20 tahun. Belakangan saya jarang onani. Tapi, akhir-akhir ini, saat mimpi basah, air mani yang keluar hanya sedikit. Seminggu kemudian, saat onani, air mani yang keluar juga sedikit, namun tetap kental.

Yang ingin saya tanyakan, adakah yang salah dengan kondisi saya ini, Dok. Apakah sperma saya tetap bisa membuahi dengan baik? Adakah obat yang dapat mengembalikan volume air mani? Mohon solusinya.
NN, Surabaya

Sperma disebut baik jika memenuhi persyaratan dari aspek makroskopis dan mikroskopis. Secara makroskopis maksudnya dapat terlihat mata, sedangkan mikroskopis maksudnya yang teramati dengan bantuan alat mikroskop.

Secara makroskopis disebut baik jika volumenya lebih dari 2 ml dalam sekali ejakulasi, berwarna agak keputihan, terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut koagulum, dan baunya khas seperti kaporit.

Jika volumenya kurang dari 2 ml saat ejakulasi, mungkin, itu karena ejakulasi yang tidak sempurna, misalnya, karena cemas. Namun, bila volume saat ejakulasi selalu sedikit (kurang dari 2 ml), mungkin ada masalah hormonal, yaitu kadar testoteron yang rendah atau kurang.

Jika sperma berwarna kemerahan, mungkin ada perdarahan. Sedangkan, sperma yang berbau tidak seperti seharusnya, misalnya, jadi amis, mungkin karena ada infeksi.
Dalam proses keluarnya sperma (ejakulasi), lazimnya, setelah sperma yang cair keluar kemudian secara berurutan koagulum mengalir, tampilannya seperti jelly. Cairan yang keluar awal, secara mikroskopis, banyak mengandung sel sperma (spermatozoa). Koagulum berisi zat gula (fruktosa) yang berfungsi sebagai sumber energi spermatozoa.

Selain tampilan sperma secara makroskopis, hasil pemeriksaan secara mikroskopis lebih menentukan kondisi kualitas kesuburan sperma. Tiga parameter penting yang menentukan kualitas sperma secara mikroskopis adalah konsentrasi spermatozoa, bentuk normal spermatozoa, dan kemampuan gerak spermatozoa.

Jika dalam pemeriksaan laboratoris didapatkan konsentrasi spermatozoa lebih dari 20 juta sel benih dalam tiap ml cairan sperma, konsentrasi sperma baik. Selanjutnya, apabila spermatozoa yang ada lebih 50 persen mampu bergerak cepat dan lebih 50 persen punya bentuk sel normal, morfologi dan motilitas spermatozoa baik. Sperma bisa disebut baik – normozoospermia atau kemungkinan besar subur- jika hasil analisa sperma menunjukkan secara mokroskopis dan mikroskopis baik. Istilah “kemungkinan besar subur” maksudnya, bila tidak ada masalah dengan pasangan, istri Anda akan segera hamil jika Anda menikah.

Dalam beberapa kasus ada juga, sperma baik dan istri tidak ada masalah. Tetapi, begitu sperma ada dalam organ reproduksi wanita, spermatozoa tidak bisa bergerak dan mati. Kemajuan teknologi bidang reproduksi saat ini banyak memberi harapan untuk bisa memberikan solusi (*)