Apa Saja Yang Termasuk Seksualitas?

Inti pembicaraan mengenai seksualitas mencakup pembicaraan tentang kelamin, gender, identitas gender dan identitas seksual, orientasi seksual, erotisme, reproduksi, sampai kelekatan emosional. Berikut adalah sinopsis tema-tema tersebut. Dari sinopsisnya Anda akan lebih memahami apa saja yang tercakup dalam seksualitas.

Organ kelamin (sex). Kajian seksualitas diawali dengan kajian mengenai organ seksual dan seluk beluknya. Ada perempuan, ada laki-laki. Keduanya berbeda dalam organ seks yang dimiliki. Perempuan memiliki vagina, rahim, dan organ pendukung lainnya. Laki-laki memiliki penis dan organ pendukungnya. Seseorang dianggap perempuan atau laki-laki biasanya cukup ditilik dari organ seks yang dimiliki.

Reproduksi. Kajian reproduksi adalah kajian tentang hubungan seks, persoalan reproduksi dan kesehatan seksual. Meski tentu saja tidak semua hubungan seks dimaksudkan untuk tujuan reproduksi. Kajian mengenai hubungan seks mencakup banyak hal, terentang dari teknik-teknik dalam hubungan seks, upaya meningkatkan gairah seks, studi tentang daerah erotik G-spot, ejakulasi, dan sebagainya. Kajian mengenai reproduksi mencakup perkara kontrasepsi atau pencegahan kehamilan akibat hubungan seks, aborsi, masa pubertas, usia subur dan kesuburan, strategi-strategi untuk memperoleh anak, dan semacamnya. Sedangkan kajian mengenai kesehatan seksual mencakup hubungan seks yang aman dan tidak menyakitkan, penyakit-penyakit akibat hubungan seksual, disfungsi seksual.

Gender. Gender adalah suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksi secara sosial maupun kultural, bukan karena perbedaan biologis. Peran yang diharapkan pada seorang laki-laki, selain membuahi perempuan, adalah termasuk perkara gender. Misalnya menjadi pemimpin rumah tangga, mencari nafkah, bersifat pelindung, berani, dan lainnya. Pun demikian juga, peran perempuan selain dibuahi, mengandung, dan menyusui adalah perkara gender. Pendek kata, segala sesuatu yang membedakan perempuan dan laki-laki namun bukan karena perbedaan biologis adalah persoalan gender. Termasuk dalam kajian gender adalah kekerasan seksual, yakni semua kekerasan yang berawal karena adanya perbedaan seks dan gender. Kekerasan seksual mencakup pemaksaan hubungan seks atau perkosaan, pelecehan seksual, komersialisasi seks, pornografi dan semacamnya.

Identitas seksual dan gender. Kajian tentang identitas mencakup bagaimana seseorang menghayati jenis kelaminnya. Jika Anda laki-laki, maka bagaimana menghayati dan merasa diri sebagai laki-laki. Jika perempuan, maka bagaimana menghayati dan merasa diri sebagai perempuan. Termasuk jika merasa diri perempuan tapi terjebak dalam tubuh laki-laki dan sebaliknya merasa laki-laki tapi terjebak dalam tubuh perempuan atau diistilahkan sebagai identitas seksual menyimpang.

Orientasi seksual. Kajian tentang orientasi seksual mencakup bagaimana seseorang memiliki ketertarikan seksual pada seseorang. Jika Anda laki-laki, bisa jadi Anda hanya tertarik pada perempuan saja (heteroseksual), boleh jadi tertarik hanya pada laki-laki saja (homoseksual), atau boleh jadi tertarik pada laki-laki maupun perempuan (ambi-seksual).

Erotisme. Apa yang menyebabkan hasrat seksual Anda naik? Inilah kajian utama erotisme, yakni tentang kemampuan manusia untuk mengalami dan menyadari hasrat dan dorongan seksual, orgasme dan hal-hal lain yang menyenangkan dari seks. Misalnya tentang bagaimana perempuan ‘berdada’ besar dan berbokong besar mengundang hasrat laki-laki dan tentang bagaimana dada bidang dan berotot mengundang hasrat perempuan.

Kelekatan emosional. Kajian tentang cinta berarti kajian tentang kelekatan emosional, yakni kapasitas manusia untuk mengikat diri dengan orang lain yang dibangun dan dijaga dengan emosi. Salah satu jenis emosi yang paling kuat dalam membangun dan menjaga hubungan adalah emosi cinta. Orang menikah, pacaran, atau kumpul kebo, sering didorong oleh adanya emosi cinta.