Tersembunyi Tapi Rentan HIV

Meneropong masalah seks memang menyenangkan. Namun karena organ intim merupakan salah satu bagian tubuh untuk bersebadan, maka seseorang mudah tertular penyakit kelamin. Salah satu yang tergolong berbahaya adalah Human Immunodeficiency Virus ( HIV ). Virus ini menghancurkan sel kekebalan dan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan jenis kanker tertentu.

Menurut Evy Yunihastuti dari Pokdisus AIDS FKUI, RSUPN Cipto Mangunkusumo, penularan HIV dari laki-laki ke perempuan 2-3 kali lebih besar dibanding sebaliknya. Secara biologis wanita memang lebih rentan. Cermati saja mukosa ( selaput ) yang mereka miliki selama berhubungan seksual, lebih luar pada perempuan dibanding laki-laki. Misal vagina, leher rahim, dan rahim.

Organ intim wanita menjadi lebih banyak terpapar semen ( cairan ) ketimbang laki-laki terpapar cairan dari vagina. Target HIV adalah sel darah putih yang disebut CD4. Jika jumlah CD4 anjlok di bawah 200, orang yang terinfeksi HIV akan terkena AIDS. Ada tiga fase infeksi HIV.

Pertama tubuh akan melawan infeksi dengan antibodi yang dimilikinya. Sebanyak 50% penderita dalam 3-6 minggu akan merasakan gejala seperti flu. Kedua, kekebalan tubuh tetap berusaha melawan, namun kemampuannya menurun. Biasanya tidak ada perubahan dirasakan penderita.

Fase ketiga, sistem kekebalan tubuh tidak mampu lagi bertahan. Infeksi berkembang ke otak, mata, paru-paru, saluran pencernaan dan saluran bagian tubuh. Fase inilah yang dikenal sebagai AIDS.