Apakah Masa Subur Itu?

Anda pasti pernah mendengar istilah masa subur. Istilah tersebut digunakan untuk masa di mana perempuan mengalami ovulasi (kematangan sel telur) dan siap untuk dibuahi. Sedangkan laki-laki selalu mengalami subur. Jika pada masa subur melakukan hubungan seksual, maka kemungkinan hamil sangatlah besar. Oleh sebab itu, jika tidak ingin terjadi kehamilan maka harus menghindari hubungan seksual saat masa subur. Kalaupun ingin melakukannya, lakukanlah dengan menggunakan alat kontrasepsi.

Masa subur terjadi dalam sebuah siklus menstruasi. Oleh sebab itu, mau tidak mau harus membahas siklus menstruasi ketika membahas masa subur. Hari pertama menstruasi adalah hari pertama siklus menstruasi. Jika Anda menstruasi pada tanggal 1, maka tanggal 1 itu dihitung sebagai hari pertama siklus menstruasi Anda. Ada orang yang memiliki siklus menstruasi pendek (hanya 21 hari) dan ada yang panjang (sampai 35 hari). Namun rata-rata orang memiliki siklus menstruasi 28 hari.

Bagaimana caranya menentukan masa subur? Ada beberapa cara menentukan masa subur. Disini hanya akan diberikan satu cara saja, yakni cara kalender. Jika menstruasi Anda tidak teratur, maka Anda harus menghitung masa siklus terpendek dan siklus terpanjang pada minimal 6 bulan terakhir sebelum bisa menentukan masa subur dengan tepat.

Perhitungan kalender didasari pengetahuan bahwa ovulasi (kematangan sel telur) terjadi antara 12 sampai 16 hari sebelum menstruasi berikutnya. Sperma mampu bertahan antara 2 sampai 5 hari di dalam vagina, dan sel telur bisa hidup selama 2 hari. Maka perhitungannya adalah :

siklus terpendek dikurangi 20 hari = hari terakhir masa tidak subur sebelum ovulasi
siklus terpanjang dikurangi 10 hari = hari terakhir masa subur

Misalnya siklus menstruasi Anda selama 6 bulan terakhir adalah 26, 28, 31, 27, 29, dan 27. Siklus terpanjang adalah 31 dan siklus terpendek adalah 26. Maka, masa terakhir tidak subur sebelum ovulasi adalah hari ke 6 (26 dikurangi 20), dan hari terakhir masa subur adalah hari ke 21 (31 dikurangi 10). Jadi, masa suburnya berkisar antara hari ke 6 sampai hari ke 21. Jika tidak ingin hamil, jangan melakukan hubungan seksual pada saat tersebut.

Metode kalender tidak selalu bisa diandalkan. Lagipula, menghindari hubungan seksual sampai 14 hari sebenarnya tidak perlu karena sel telur hanya bertahan 2 hari saja di dalam uterus dan sperma di dalam serviks bertahan maksimal 5 hari. Jadi, maksimal hanya seminggu saja menghindari hubungan seksual. Oleh sebab itu diperlukan metode pencatatan lain yang lebih akurat. Anda bisa mencari informasi caranya dari banyak sumber atau bahkan bertanya langsung pada dokter atau petugas kesehatan lainnya.