Suplemen Peningkat Libido

Hasil dan Analisa Seks Poling "Seks Kilat"

94.00% Pengakses pernah melakukan seks kilat
51.20% Mengaku mendapatkan kepuasan dari seks kilat
16.00% Melakukan seks kilat di dalam mobil

Melakukan hubungan seks secara cepat ternyata mengasyikkan. Apalagi untuk pasangan yang hanya memiliki waktu sempit. Untuk itu diperlukan teknik dan kemauan yang sama dari kedua pasangan.

Kesibukan kerja, terbatasnya waktu untuk bermesraan dengan pasangan, dan juga semakin beragamnya kemungkinan dan teknik bercinta, membuat beberapa pasangan menyepakati seks kilat sebagai jalan keluar. Namun dalam keseharian di tengah kota besar seperti Jakarta, dan juga kota-kota besar lainnya di Indonesia, perihal seks kilat menjelaskan pula bermacam motif psikologis, sosial, dan bahkan budaya di baliknya.

Untuk topik kali ini, sebanyak 250 responden memberikan jawaban. Mereka termasuk dalam kategori lajang, menikah, pendidikan SMU, Diploma, Sarjana, Pasca Sarjana, penghasilan di bawah Rp 2 juta, antara Rp 2 juta dan Rp 5 juta, dan di atas Rp 5 juta. Dan jangan terkejut, 6 % yang mengaku belum pernah melakukan seks secara kilat, cepat, tergesa-gesa, adalah pria lajang dengan dengan penghasilan di bawah Rp 2 juta dan pendidikan SMU. Bisa disimpulkan sementara, bahwa mereka ini adalah benar-benar remaja “tingting”, muda usia, meskipun belum tentu terbatas secara pendidikan dan penghasilan .

Tapi “pengalaman” juga tidak menjadi patokan bagi mereka yang melakukan seks kilat. Dari jawaban pengakses lajang, berpenghasilan antara Rp 2 juta dan Rp 5 juta dengan pendidikan Sarjana dan Pasca Sarjana yang berpenghasilan di atas Rp 5 juta, ternyatalah kebiasaan seks kilat ini dilakukan agak “liar. 16 % dari mereka melakukannya di dalam mobil, 17, 20 % bahkan melakukannya di kamar mandi, dan 14 % melakukannya di tempat lainnya. Sementara mereka yang sudah menikah dengan kategori pendidikan dan penghasilan serupa, sebanyak 27,60 % justru tetap melakukannya di kamar tidur, meskipun 16,00 % melakukannya juga di ruang tamu.

Sementara dari segi waktu, dengan tingkat penghasilan beragam dan pendidikan bervariasi, demikian juga status menikah atau lajang, sebanyak 89,20 % menyatakan seks kilat itu berlangsung dalam 2 menit, sementara 6,80 % menyatakan hanya berlangsung 1 menit, dan 4 % menjawab kurang dari 1 menit. Dengan waktu sangat ketat, kurang dari 1 menit, bisa dibayangkan bahwa hubungan seksual yang dilakukan memang sudah dalam serba ketergesa-gesaan.

Di sinilah bisa ditafsirkan alasannya, mengapa seks kilat dilakukan atau menjadi pilihan. Ternyata seks kilat “terpaksa” dilakukan, karena semakin menipisnya waktu pengakses untuk bermesraan bagi mereka yang sudah berumah tangga. Namun, tak bisa pula diabaikan adanya jawaban bahwa seks kilat dilakukan ternyata adalah untuk memperluas variasi hubungan seksual itu sendiri. 50,00 % pengakses menyatakan karena tidak punya waktu panjang, 44, 80 % menyatakan ingin sesuatu yang berbeda, sementara 5,20 % pengakses dengan pendidikan Sarjana, Pasca Sarjana, dengan penghasilan di atas Rp 5 juta memang menyukai permainan cepat.

Anehnya, para pengakses kerap tak merencanakan seks kilat yang dilakukan. Sebanyak 19,20 % pengakses dengan pendidikan Sarjana maupun Pasca Sarjana, sudah menikah, memang menyatakan bahwa seks kilat dilakukan karena sudah direncanakan dan berkaitan dengan terbatasnya waktu. Sementara 68,40 % yang umumnya Diploma, lajang, dengan tingkat penghasilan antara Rp 2 juta dan Rp 5 juta menyatakan bahwa seks kilat terjadi begitu saja. Namun dengan kategori acak, lajang maupun menikah, sebanyak 12,40 % menyatakan bahwa seks kilat ini kemudian menjadi sesuatu yang istimewa.

Sebanyak 26,40 % dari mereka yang berpendidikan SMU dan Diploma dengan penghasilan bervariasi di bawah Rp 2 juta, antara Rp 2 juta dan Rp 5 juta, lajang dan juga menikah, melakukannya bahkan dengan pakaian masih lengkap. Sementara 54,00 % melakukannya dengan setengah telanjang, sementara secara khusus mereka yang berpendidikan Sarjana dan Pasca Sarjana dengan tingkat penghasilan di atas Rp 5 juta sebanyak 19,60 % menyatakan sempat telanjang. Dalam hal ini, agaknya seks kilat bagi sebagian pengakses bisa dipahami dari bermacam sudut atau tingkat: dengan foreplay yang tergesa-gesa dan langsung intercourse yang kilat pula, atau tanpa foreplay dan langsung penetrasi sempat telanjang.
Hingga secara lebih jauh, bisa disimak apa yang terjadi dari adanya jawaban lebih spesifik namun kontras, bagaimana mereka yang lajang dengan kategori penghasilan di bawah Rp 2 juta, antara Rp 2 juta dan Rp 5 juta dan juta di atas Rp 5 juta, dan pendidikan SMU, Diploma, Sarjana dan Pasca Sarjana, kemudian terbagi-bagi menjadi 51,20 % mendapatkan kepuasan yang diinginkan, sementara 27,60 % menyatakan kurang puas, dan bahkan 21,20 % tidak mencapai kepuasan bersama pasangannya. Ini meninggalkan pertanyaan: kalau tidak mendapatkan kepuasan, kenapa dilakukan?

Tapi inilah yang tak kalah penting untuk diperhatikan. Dengan tingkat pendidikan Sarjana, Pasca Sarjana, penghasilan antara Rp 2 juta dan Rp 5 juta dan di atas Rp 5 juta, sudah menikah, sebanyak 35,60 % ternyata melakukannya dengan istri sendiri. Sementara mereka yang lajang, SMU, Diploma, Sarjana maupun Pasca Sarjana, dengan tingkat penghasilan mulai di bawah Rp 2 juta, antara Rp 2 juta dan Rp 5 juta serta di atas Rp 5 juta, melakukannya dengan pacar.

Lalu, sebanyak 20 % dari seluruh kategori penghasilan, pendidikan maupun status, melakukannya dengan WIL. Ternyata, perselingkuhan tidak saja dilakukan oleh mereka yang sudah berumah tangga, tapi dilaksanakan juga oleh mereka yang masih berpacaran. Dan ini bisa “berlangsung”, boleh jadi karena adanya varian berhubungan seks gaya tergesa-gesa atau hemat waktu di perkotaan: seks kilat!


Berikut poling untuk kebiasaan seks kilat.


1 Pernahkan Anda melakukan hubungan seks secara cepat atau tergesa-gesa?
- Pernah 94.00%
- Belum pernah 6.00%

2 Kalau pernah apa yang Anda rasakan?
- Puas 51.20%
- Kurang puas 27.60%
- Tidak mencapai kepuasan bersama pasangan 21.20%

3 Di mana Anda pernah melakukannya?
- Di kantor 9.20%
- Di mobil 16.00%
- Di kamar mandi 17.20%
- DI kamar tidur 27.60%
- Di ruang tamu 16.00%
- Tempat lainnya 14.00%

4 Kenapa Anda melakukan hubungan seks dengan cara demikian?
- Karena tidak punya waktu panjang 50.00%
- Ingin sesuatu yang berbeda 44.80%
- Memang suka dengan permainan cepat 5.20%

5 Waktu mana saja yang sering Anda pilih untuk melakukan hubungan seks secara kilat?
- Pagi-pagi sekali sebelum berangkat kerja 16.00%
- Siang hari saat break jam kantor 12.80%
- Malam hari menjelang tidur 8.80%
- Kapan saja ada kesempatan 62.40%

6 Dalam melakukan hubungan seks kilat itu bagaimana kondisi Anda?
- Masih dengan pakaian utuh 26.40%
- Setengah telanjang 54.00%
- Sempat telanjang 19.60%

7 Dengan siapa Anda melakuka hubungan seks secara kilat itu?
- Dengan istri 35.60%
- Dengan pacar 44.40%
- Dengan WIL 20.00%


8 Hubungan seks kilat itu bagi Anda adalah:
- Terjadi begitu saja 68.40%
- Sudah direncanakan karena hanya punya waktu yang sedikit 19.20%
- Sesuatu yang istimewa 12.40%

9 Berapa lama Anda melakukan hubungan seks kilat itu.
- 2 menit 89.20%
- 1 menit 4.80%
- Kurang dari 1 menit 4.00%


10 Gaya apa yang Anda lakukan saat berhubungan seks kilat.
- Gaya berdiri 26.80%
- Gaya normal 38.40%
- Gaya belakang 26.40%
- Pasangan wanita duduk di bangku lebih tinggi dan prianya berdiri 8.40%


Hasil survey ini, dicantumkan pada Majalah (ME) Male Emporium, edisi 51, yang terbit bulan April 2005