Tentang KePerawanan atau Virginitas Cewek

Dalam kehidupan seksual, foreplay adalah perangkat hiburan dari hubungan intim antara dua orang atau lebih, artinya meningkatkan nafsu seksual yang lebih hebat. Foreplay adalah sebuah persiapan untuk persetubuhan yang panas atau perbuatan lain yang dapat meningkatkan kenikmatan seksual dan jeritan orgasme

Seks oral adalah suatu variasi seks dengan memberikan stimulasi melalui mulut dan lidah pada organ seks / kelamin pasangannya.

Seks anal adalah hubungan seksual di mana penis yang ereksi dimasukkan ke rektum melalui anus. Selain itu penetrasi anus dengan dildo, butt plug, vibrator, lidah, dan benda lainnya juga disebut anal seks. Anal seks dapat dilakukan oleh orang heteroseksual maupun homoseksual.

Orgasme berarti pelepasan tiba-tiba ketegangan seksual yang terkumpul, yang mengakibatkan kontraksi otot ritmik di daerah pinggul yang menghasilkan sensasi kenikmatan yang tinggi dan diikuti relaksasi yang cepat. Ini biasanya berlangsung untuk beberapa detik. Orgasme juga sebagian merupakan pengalaman psikologis akan kenikmatan dan pembuangan, saat pikiran difokuskan hanya pada pengalaman pribadi. Orgasme kadang-kadang disebut klimaks atau kedatangan.

OK di lanjut..tentang Virgin atau Perawan

Adalah seorang wanita yang belum pernah mengadakan hubungan seksual atau senggama. Wanita yang masih perawan disebut gadis. Secara umum 'perawan' juga direlasikan dengan kesucian. Untuk laki-laki yang belum pernah melakukan senggama disebut jaka atau jejaka.

Secara fisik perawan ditandai dengan utuhnya selaput dara yang berada pada daerah vagina. Dan hilangnya keperawanan biasanya disertai dengan keluarnya darah dari daerah vagina saat mengadakan hubungan seksual pertama kali.

Pernah nonton film Virgin? Itu tuh, film yang nyeritain persoalan kegadisan alias virginitas antara tiga orang cewek yang sohiban. Ceritanya, salah satu dari mereka ngerasa nggak penting-penting amat ngejaga kesucian diri sampai pernikahan. Yang penting, suka sama suka dan siap nanggung risikonya. Malah kalau ternyata bagian yang ‘itu' bisa dikomersilin, alias jadi duit, why not? Edun pisan.

Film itu emang ngegambarin arti kesucian diri di mata sebagian anak cewek jaman sekarang. Boleh jadi, film itu nggak mewakili perasaan mayoritas cewek. Karena, di Amrik saja, kini di antara para gadis sudah ngetren gerakan menjaga kegadisan sampai hari pernikahan. Catet, tuh! Meski emang tingkat free sex di negeri Paman Sam itu terbilang tinggi. Semenjak tahun 60-an tidak kurang 50 persen remaja dibawah usia 15 tahun sudah pernah melakukan hubungan seksual, dan 75 persen dilakukan oleh remaja berusia di bawah 19 tahun.

Gimana di Indonesia? Seksolog Wimpie Pangkahila. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menyatakan, sekarang seks bebas sudah dianggap sebagai hal biasa. Bahkan dianggap identik dengan gaya hidup modern. "Dulu, hamil di luar nikah merupakan malapetaka. Sekarang, orang kawin dengan perut buncit sudah hal biasa," ujarnya dalam sebuah seminar di Jakarta akhir bulan lalu. Nah, lho!

Hasil penelitian mahasiswa Universitas Indonesia 1995 misalnya, menyebutkan, 40% remaja berusia 15 tahun ke bawah sudah pernah melakukan hubungan seks pranikah. Penelitian dengan skala lebih luas lagi (di lima kota Propinsi Jawa Timur, Surabaya, Madiun, Malang, Jember, dan Kediri) dilakukan Nyoman Naya Sujana bersama Bappenkar (1992) juga menunjukkan, penyimpangan seksual sedang menjadi gaya hidup sebagian remaja kota. Dari 446 remaja yang diwawancarai, sebanyak 42% mengaku pernah berhubungan seksual sebelum menikah.

Sosiolog Hotman M. Siahaan (1989) pun menunjukkan hasil penelitian terbatasnya di Surabaya, di kalangan remaja telah terjadi pergeseran seksual. Dari 46 remaja (usia 15-20 tahun) yang diwawancarainya, 32,6% mengaku pernah melakukan seksual pranikah, terutama remaja putra (57,1%) dan untuk remaja putri 12%. Hubungan seksual pranikah itu umumnya dilakukan dengan teman dekat sendiri atau pacar (46,7%), dan dengan pelacur (39,9%).

Dari hubungan seks pranikah itu eksesnya adalah kehamilan dan aborsi. Hasil pelacakan dari klinik dan dokter praktik oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Magelang diestimasikan ada 1.456 kasus kehamilan remaja dalam setahun di Magelang (Bernas, 27 Agustus 1993).

Seorang psikolog di Jakarta juga menyampaikan data yang mencengangkan tatkala meneliti 405 orang yang belum menikah yang ingin menggugurkan kandungannya. Dari jumlah itu 12%-nya adalah siswi SLTA, 47%-nya siswi SLTP, dan 37% sudah kuliah (Surabaya Post, 13/11/1994).

Sementara itu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) 'Plan' dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), pernah membuat penelitian tentang perilaku seks remaja di Kota Bogor (Jabar). Hasilnya luar biasa. Dari 400-an responden, 98,6% remaja berusia 10-18 tahun sudah mengenal pacaran, di antaranya 50,7% melakukan cumbuan ringan, 25% melakukan cumbuan berat, 6,5% telah melakukan hubungan seks. Sebanyak 28 responden (lelaki dan perempuan) telah melakukan hubungan seks bebas, 6 orang dengan penjaja seks, 5 orang dengan teman, 17 orang dengan pacar. Tak cuma hubungan seks wajar, tapi juga abnormal. Buktinya, 6 di antara mereka pernah melakukan seks anal dan oral. Yang lebih memprihatinkan, perilaku liar ini banyak dilakukan di rumah sendiri.

Innalillahi wa inna ilayhi raji'un, kudu kita ucapin atas semua kejadian di atas. Itu artinya ngejaga virginitas sampe nikah dianggap sebagian remaja cewek udah kagak laku. Nah, sekarang gimana kata cowok, apakah ngedapetin istri yang virgin tetap penting?

Penting nggak penting

"Penting banget!" kata Septian, cowok yang lagi kuliah di satu perguruan tinggi swasta di Bogor. Kenapa? "Soalnya itu kan menyangkut kepuasan, karena berarti kita yang pertama ngedapetinnya." Yup, umumnya cowok terobsesi banget ngedapetin istri yang masih perawan. Salah satu alasannya seperti kata Septian; demi kepuasan.

Alasan ini kedengarannya egois banget dan terlalu fisik. Tapi itulah perbedaan cowok dan cewek. Mahluk yang bernama cowok ini memang dikenal selalu ngedepanin unsur fisik. Sampai urusan nyari istri aja kudu yang masih orisinil. Suci, belum terjamah. Ada sensasi tersendiri buat anak cowok kalo mereka bisa jadi orang pertama yang ngedapetin kegadisan seorang cewek. Tentu saja itu adalah istrinya sendiri. Sebaliknya, banyak yang kecewa berat kalo ternyata istri mereka sudah nggak gadis lagi. Sampai-sampai tahun 90-an ada lagu dangdut berjudul Gadis Bukan Perawan, yang dibawain Bang Jaja Mihardja.

Selain soal kepuasan, apalagi alasan cowok pengen istri yang masih virgin? "Cewek yang masih gadis itu menandakan kelakuannya bener," ini kata Anto, bukan nama sebenarnya. Anak cewek yang masih gadis emang identik dengan kelakuan yang lempeng. Logika cowok, kalo itu cewek baik-baik, mana mungkin dia ngelepasin kegadisannya pada cowok lain.

Tapi ada juga yang berpendapat sebaliknya, lho! Di antaranya adalah komentar temen kamu, Sofyan. Menurut cowok ini ngejaga diri itu penting banget buat cewek. Terus giman kalo nanti calon istri kita udah kagak virgin? "Tobat aja, itu syarat pernikahannya," kata cowok itu mantep.

Ya, kalo nasi udah jadi bubur, mau gimana lagi? kalau keperawanan udah hilang kan nggak bisa dibalikin lagi. Biarpun sekarang udah ngetren operasi plastik buat selaput dara, tapi catatan hitam masa lalu kan nggak bisa dibohongin. Yang penting bertobat dengan tobatan nasuha. Kagak lagi mengulangi segala kejadian kelam di masa silam. Setuju? Kudu, deh!

Sekarang kita balik pertanyaannya, penting nggak sih buat cowok menjaga keperjakaannya? Sohibmu yang bernama Riki ngejawab, "Nggak penting, soalnya pada laki-laki mah nggak ada bekasnya," katanya sambil mesem-mesem.

Nah, egois dong! Kalo nyari istri kudu yang orisinil, tapi kalo diri sendiri nggak apa-apa. Kumaha yeuh, Kang?

Jaga diri deh!

Guys, emang sih di alam liberalisme kayak begini, soal keperawanan dan keperjakaan dianggap nggak penting, dan itu urusan pribadi. Nggak perlu orang lain mengutak-atik. Mau dilepas kapan aja, dan dengan siapa aja, itu urusan personal. Persetan dengan halal dan haram. Namanya juga liberalisme, kebebasan. Malah kalau mau mempraktikkan seks menyimpang juga monggo, mas. Boleh-boleh aja.

Oke deh, itu emang ajaran liberalisme. Di mana segala sesuatunya serba boleh. Mau bikin agama baru juga boleh. Tapi kan kita muslim, yang beriman bahwa di dunia ini ada aturan Allah yang kudu ditegakkan. Perzinaan itu termasuk dosa dibenci Allah. Firman Allah Ta'ala:"Dan janganlah kalian mendekati zina karena zina adalah perbuatan keji dan seburuk-buruknya jalan,"(QS al-Isra [17]: 32) Nabi saw. juga bersabda, "Tidak ada dosa yang paling besar di sisi Allah Swt. sesudah mempersekutukan Allah, dapat melebihi dosa orang yang menumpahkan spermanya pada perempuan yang tidak halal." (HR Ahmad dan Thabrani)

Biarpun suka sama suka, tetap aja zina itu adalah perbuatan keji dan dosa besar. Kalaupun sekarang banyak remaja yang menganggap hal itu adalah lumrah, itu datang dari kedangkalan pikiran mereka. Stupid banget deh, melepaskan keperawanan dan keperjakaan sebelum waktu yang dihalalkan oleh Allah Swt. Selain dosanya, belum lagi resiko tertular aneka penyakit menular seksual (PMS).

Apa iya cewek yang udah kagak virgin selalu identik dengan kelakuan yang kagak bener? Untuk sebagian kasus bisa jadi iya. Tapi jangan lupa, nggak sedikit cewek yang masih tetap virgin tapi udah biasa melakukan aneka cumbuan. Bukan rahasia lagi kalo banyak remaja sekarang yang nggak ngelakuin perzinaan, tapi udah semi-zina; misalnya udah ngelakuin kissing, petting (cumbuan-cumbuan, seperti meraba alat kelamin) bahkan sebagian dari mereka juga berani ngelakuin seks oral. Tetap aja itu perbuatan haram, bukankah Allah juga melarang segala perbuatan yang 'mendekati zina'?

Di luar itu, kegadisan atau yang selalu diidentikkan dengan utuhnya selaput dara (hymen) seorang gadis, bisa jadi tersobek meski tanpa hubungan intim. Ini bisa menimpa wanita karena terjatuh atau gerakan-gerakan olahraga yang berlebihan. Jadi, nggak semua cewek yang selaput daranya sobek berarti dia perempuan nakal.

So, guys, jangan tergoda deh aneka tawaran free sex. Sabar aja dan jauhi segala stimulan atau hal-hal yang bisa ngerangsang libido seksualmu. Tetep perjaka dan perawan itu penting, berharga di mata pasangan kita kelak, juga baik di hadapan Allah Swt. Don't worry, masih banyak kok cewek yang suci, still virgin, lahir maupun batin.

Kabar gembiranya, sekarang ini banyak cewek di Amrik yang udah mulai tumbuh kesadarannya soal arti kesucian sampai pernikahan. Mereka melakukan gerakan menjaga kegadisan hingga pernikahan. Apalagi di negeri yang mayoritas muslim kayak Indonesia. Soal kegadisan masih jadi sesuatu yang dijaga banget oleh para cewek. Bisa jadi, banyak cewek yang milih mati aja daripada kegadisannya direnggut dengan cara nggak halal dan penuh paksaan; diperkosa misalnya.