Kontrasepsi dan Aborsi

“Kontrasepsi paling aman, ya jangan berhubungan..” demikian sepenggal lirik lagu salah satu grup musik Indonesia yang cukup populer. Lirik itu benar adanya. Tidak berhubungan seksual adalah cara paling ampuh untuk menghindari terjadinya kehamilan. Tingkat keberhasilannya 100%.

Kontrasepsi adalah upaya pencegahan reproduksi akibat hubungan seksual. Caranya beragam. Secara garis besar terdapat 4 cara kontrasepsi yakni cara tradisional, cara hormonal, cara mekanis, dan cara aborsi. Cara tradisional mencakup 4 jenis, yakni selibat atau tidak berhubungan seks, pantang berkala atau dikenal dengan istilah KB kalender, coitus interuptus (saat mau ejakulasi penis dikeluarkan dari vagina sehingga cairan semen tumpah diluar vagina), dan menggunakan jamu-jamuan pencegah kehamilan.

Kontrasepsi dengan cara hormonal bekerja dengan cara mengacaukan siklus menstruasi. Cari ini terdiri dari 3 model. Pertama, meminum pil anti kehamilan atau pil KB yang dilakukan setiap hari atau berkala beberapa hari sekali. Kedua, menyuntikkan hormon. Biasanya dilakukan beberapa bulan sekali. Ketiga, memasang implan atau susuk. Biasanya implan bertahan sampai selama 2 tahun dan dipasang di lengan kanan, punggung atau yang lain.

Secara mekanik sekurangnya terdapat 5 model kontrasepsi. Pertama, memasang IUD (intra uterine device) yang bertujuan menghambat sperma agar tidak masuk ke daerah pembuahan. Kedua, melakukan tubektomi dan vasektomi, yakni memotong saluran telur dan saluran sperma, yang oleh karenanya bersifat permanen. Bisa juga kedua saluran itu hanya diikat, dan ketika menginginkan anak ikatan itu bisa dibuka kembali. Ketiga, menggunakan kondom atau tampon. Penggunaan kondom sangat populer. Penis dibungkus agar sperma tidak tumpah ke dalam vagina. Tampon adalah kondom untuk perempuan. Cara kerjanya sama dengan kondom, hanya saja bersifat menampung sperma sehingga tidak masuk ke dalam daerah pembuahan. Keempat, menggunakan spermiside atau pembunuh sperma. Zat pembunuh sperma yang biasanya berbentuk gel, pil atau bubuk atau cairan, atau bahkan tisu dimasukkan atau dioleskan ke dalam vagina sebelum hubungan seks. Begitu sperma masuk ke dalam vagina, maka otomatis sperma akan mati terkena spermiside.

Cara kontrasepsi terakhir adalah aborsi atau pengguguran kandungan. Kadangkala, aborsi dilakukan atas alasan medis yakni terancamnya keselamatan ibu jika kandungan diteruskan. Namun demikian, sebagian besar aborsi dilakukan karena kehamilan tidak diinginkan. Meskipun di Indonesia tindakan aborsi masih digolongkan ilegal alias melawan hukum, disinyalir angka aborsi cukup tinggi. Sebuah studi pada tahun 2001 menunjukkan bahwa aborsi mencapai 2 juta kasus setiap tahun. Itu artinya 37 aborsi pada setiap 1000 perempuan berumur 15 sampai 49 tahun, atau 43 aborsi per 100 kelahiran hidup. Penelitian lain menunjukkan angka 2,3 juta aborsi setiap tahun, di mana 1 juta terjadi spontan (keguguran), 600 ribu karena gagal kontrasepsi, dan 700 ribu karena tidak menggunakan kontrasepsi. Sekitar 89% pelaku aborsi adalah perempuan sudah menikah.