Disfungsi Ereksi karena Pengaruh Obat

Saya pria berumur 35 tahun yang memiliki 2 orang anak, saat ini mempunyai masalah yang sangat mengganggu, yaitu tak bisa ereksi. Mungkin karena pola hidup saya yang salah.

Hampir selama tiga tahun saya mengonsumsi obat terlarang seperti sabu-sabu. Saat ini ganti ecstasy tetapi sudah jarang, paling sebulan sekali. Kadang-kadang minuman beralkohol juga-jika diajak teman. Sakit maag saya juga sangat sensitif dan sering kambuh.

Obat paling cocok untuk gangguan perut dan sudah lama saya konsumsi yaitu Braxidin dan Ranitidine. Apakah karena hal tersebut sehingga saya mengalami gangguan erksi? Apakah karena pekerjaan saya yang penuh stres yang menyebabkan gangguan tersebut?

Andreas, Mojokerto

Kasus Anda sangat komplit, dalam arti terlalu banyak faktor penyebab yang bisa mengganggu ereksi. Sabu-sabu ataupun ecstasy yang berisi bahan golongan amphetamine, pada pemakaian jangka panjang akan berdampak merusak pabrik saluran benih (pabrik sel sperma) yang ada di dalam testis. Sangat mungkin, pabrik hormon testoterone yang juga ada di dalam testis-yaitu sel leydig-akan ikut dirusak.



Minuman beralkohol jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih akan berdampak tidak baik terhadap potensi seks. Diistilahkan berfungsi sebagai anaphrodisiac. Dalam beberapa hal, alkohol dalam jumlah sedikit bisa berfungsi sebagai aphrodisiac (memperbaiki potensi seks). Misalnya, pada pria yang ada kendala psikologis maka dengan minum sedikit alkohol kemudian hambatan psikologisnya bisa dikurangi atau dihilangkan. Namun, jika mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih maka yang bersangkutan akan mabuk atau tertidur.



Alkohol juga bersifat mengganggu lambung yang memberi keluhan sakit maag. Rasa tidak nyaman karena sebab apapun, termasuk karena nyeri lambung akan berpotensi menganggu potensi seks.

Beberapa obat yang memberi efek ngantuk akan menganggu potensi ereksi. Braxidin yang diantaranya berisi Chlordiazepoxide termasuk jenis yang menganggu ereksi. Apalagi jika dikonsumsi dalam jangka lama. Obat kedua yang Bapak konsumsi (ranitidine) juga masuk daftar obat yang bisa mengganggu ereksi.



Stres psikologis akan menyebabkan tubuh memproduksi hormon stres dalam jumlah berlebih. Hormon stres tersebut (prolaktin, katekolamin) akan mengganggu produksi hormon seks dan hormon reproduksi.

Mencermati beberapa kondisi tersebut, mempunyai kepribadian yang kuat dan memiliki manajemen stres yang baik harus menjadi pilihan agar ada solusi yang baik. Gangguan lambung yang minim akan berdampak tak selalu bergantung obat maag yang biasa dikonsumsi.



Dengan pribadi yang kuat maka akan bisa menolak tawaran kontraproduktif (alkohol, ecstasy). Managemen stres individu yang baik akan meminimalkan munculnya stres yang berdampak kurang mengutungkan.