Rahim Terbalik Ingin Hamil

Saya seorang istri berusia 30 tahun. Kami sudah tiga tahun menikah, tapi belum dikaruniai anak. Menurut hasil USG, rahim saya terbalik. Setelah menjalani pemeriksaan HSG, disimpulkan uterus retro-flexi, hydrosalphing kanan dan kiri distal. Kedua tubae kanan dan kiri terbuka.

Dokter saya bilang ada pembengkakan di rahim kanan dan kiri. Saya lalu diberi obat nonflamin dan clanexi. Yang ingin saya tanyakan, masih bisakah saya hamil?
Rasma, Bali

Hystero Salphingo Grafi atau yang kita kenal dengan HSG adalah salah satu metode yang dipakai untuk mengevaluasi tuba fallopii (saluran telur). Metode itu bisa juga digunakan mengevaluasi keadaan rahim, rongga rahim, serta arah rahim (uterus).
Dulu arah rahim diyakini berpengaruh terhadap fertilitas (kesuburan). Namun akhir-akhir ini, keyakinan tersebut mulai ditinggakan. Selama tidak terkait dengan kelainan tertentu, arah rahim ke belakang atau retroflexy (normalnya anteflexy) diyakini tidak terkait dengan kesuburan.

Hydrosalphing (hydro=air, salphing=tuba fallopi) adalah kondisi di mana tuba fallopi membengkak karena terisi cairan yang dihasilkan mukosa (selaput lendir) tuba falopii. Cairan itu tidak bisa keluar melalui ujung distal (bawah tuba falopii). Karena itu, ujung tuba falopii buntu atau buntu sebagian (kurang lancar).

Hydrosalphing umumnya disebabkan proses infeksi. Jika kondisinya sudah kronis dan terjadi kerusakan parah selaput lendir, cilia-cilia yang berfungsi menggerakkan spermatozoon dan zigot bisa hilang. Kalau itu terjadi, tuba falopii tidak bisa berfungsi dengan baik, meski kondisinya masih paten (berlubang).

Untuk menjawab apakah Ibu Rasma masih bisa hamil secara normal, harus dilihat kerusakan tuba falopii itu. Jika hidrosalphing-nya tidak berat (ada yang memakai batas diameternya tidak lebih dari 1 cm), tuba falopii masih bisa berfungsi dan kehamilan normal masih memungkinkan. Tapi, jika kerusakan tuba falopii berat, rasanya diperlukan teknik reproduksi berbantu.

Dilihat dari pengobatan sejawat saya di Bali, dengan memberi obat-obatan yang Ibu sebutkan, rasanya masih ada peluang terjadinya kehamilan normal. Karena itu, teruskan konsultasi ke dokter Ibu. Jika telah melewati batas tertentu dan ternyata belum hamil, saya yakin sejawat saya di Bali akan menyarankan jenjeng pengobatan yang lebih tinggi. Semoga bermanfaat, ya Bu.(*)