Peluang Kesuburan Berkurang 74% Bagi Pecandu Kopi

SEORANG epidemiolog dari Institut Nasional Kesehatan Lingkungan Amerika, bernama Prof. Dr. Allen J Wilcox pernah melakukan sebuah penelitian tentang pengaruh kopi terhadap kesuburan wanita. Hasil penelitiannya cukup menghebohkan karena para wanita pecandu kopi hanya memiliki kesuburan 26% dari wanita pada umumnya. Dengan demikian penurunan kesuburan itu mencapai 74%. Kategori wanita yang tergolong pecandu kopi dalam penelitian ini adalah mereka yang menghabiskan 70 cangkir kopi dalam sebuah, jadi paling tidak sehari 2-3 cangkir kopi. Sebab lain yang juga dimunculkan dalam penelitian Wilcox seperti merokok, alkohol, usia wanita, dan frekuensi senggama, ternyata tidak terlalu memberikan pengaruh yang besar. Menurut Nurfi A, seorang ahli gizi, selain kehangatan, kekhasan rasa dan aroma, daya tarik utama kopi sebetulnya adalah senyawa perangsang kafein yang bernama methylxanthine. Senyawa inilah yang menimbulkan kesan bergairah dan lebih bersemangat sehabis meminum kopi. Reaksi cepat senyawa ini tidak terlepas dari sifatnya yang sangat mudah diserap oleh darah, kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh bahkan sampai ke otak. Hanya 1% kafein yang tidak terserap, sisanya sudah menyatu dengan darah sehingga sulit dikeluarkan ginjal melalui urin atau pembuangan lainnya. Paling hanya sekitar 1% kafein yang tidak terserap usus yang dapat dikeluarkan kembali oleh urin. Kadar darah yang tinggi kafein akan menyebabkan detak jantung semakin cepat seperti orang yang dipaksa kerja keras, napas semakin pendek dan sesak, kemudian membuat pembuluh darah semakin melebar atau malah menguncup yang pada intinya mengganggu sirkulasi darah Anda. Memang kafein tidak hanya ada pada kopi, tapi juga pada coklat, teh, minuman ringan, dan beberapa obat-obatan. Namun pada hanya pada kopi kadar itu demikian tinggi. Namun jika Anda seorang pecandu kopi, biasanya gejala ini tidak terasa sebab tubuh sudah bertoleransi. Pada umumnya ketika Anda mengalami suatu sakit berat baru terdeteksi bahwa darah Anda sudah terlalu tinggi kafeinnya. (sw)