Ragam Jenis Persoalan Kesehatan Seksual

Apa saja persoalan kesehatan seksual? Segala sesuatu yang menyebabkan kesehatan seksual tidak dapat dicapai adalah persoalan kesehatan seksual. Rentangnya dari sindrom klinis yang terkait dengan fungsi seksual, cinta atau kelekatan emosi, perilaku seksual kompulsif, reproduksi, identitas gender, kekerasan dan penipuan, infeksi seksual menular, dan lainnya. Masing-masing memiliki varian turunannya sendiri.

Pertama, persoalan kesehatan terkait fungsi seksual. Persoalan kesehatan yang satu ini lebih dikenal sebagai disfungsi seksual. Jenis-jenisnya adalah gangguan hasrat seksual hipoaktif, aversi seksual (membenci hal-hal yang berbau seksual), gangguan dorongan seksual perempuan, disfungsi ereksi laki-laki, gangguan orgasme pada perempuan, gangguan orgasme pada laki-laki, ejakulasi dini, vaginismus (vagina tegang dan menutup rapat), dan hubungan seksual yang menyakitkan.

Kedua, persoalan kesehatan terkait emosi kelekatan atau cinta. Sindrom ini dikenal juga sebagai parafilia. Ragam jenisnya adalah eksihibionisme, fetisme, froteurisme, pedofili, masokisme seksual, sadisme seksual, fetisme-transvertisme, voyeurisme, dan parafilia tidak spesifik.

Ketiga, persoalan kesehatan terkait perilaku seksual kompulsif. Penderitanya memiliki kecenderungan untuk terus menerus melakukan suatu perilaku seksual tertentu. Termasuk didalamnya adalah kegemaran melakukan hubungan seksual dengan selalu berganti-ganti pasangan untuk menjelajahi berbagai variasi pengalaman seksual, hanya terobsesi seksual pada pasangan yang tidak dapat diraihnya, melakukan tindakan oto-erotisme (termasuk masturbasi) yang kompulsif, dan selalu melakukan perselingkuhan atau affair. Jika pasangan seksual Anda ingin selalu mengulangi urutan dan gaya melakukan hubungan seksual persis sama secara terus menerus, itupun termasuk perilaku seksual kompulsif.

Keempat, persoalan kesehatan yang terkait konflik identitas gender. Terdapat konflik dalam diri individu dalam menghayati identitas gendernya. Jenisnya adalah disporia gender pada anak-anak, remaja dan dewasa, lalu ada inter-seks dan konflik identitas gender lainnya.

Kelima, persoalan kesehatan seksual terkait kekerasan dan penipuan. Jenis-jenisnya adalah kekerasan seksual yang dialami anak-anak (termasuk post-traumatic stress disorder atau gangguan stres pasca trauma), kekerasan seksual yang diikuti sindrom klinis, perkosaan yang diikuti gangguan atau sindrom klinis, fobia klinis yang terkait seksualitas (misalnya homofobia dan erotofobia), sindrom klinis yang mengikuti suatu kekerasan seksual (misalnya depresi dan gagal ereksi setelah memperkosa), dan perilaku seks yang tidak aman yang bisa menimbulkan infeksi penyakit.

Keenam, persoalan kesehatan seksual terkait persoalan reproduksi. Jenis-jenis persoalannya adalah ketidaksuburan, kemandulan, kehamilan tidak diinginkan dan komplikasi aborsi. Kehamilan tidak diinginkan dan komplikasi aborsi adalah persoalan kesehatan seksual yang banyak dialami remaja.

Ketujuh persoalan kesehatan seksual terkait infeksi seksual menular. Ragam jenis persoalannya adalah peradangan alat genital, peradangan mulut, peradangan dubur, penurunan fungsi saluran kencing, saluran vagina maupun anus, dan infeksi beragam jenis penyakit seperti HIV, sifilis, gonore, dan lainnya.

Terakhir, persoalan kesehatan yang terkait hal-hal lainnya. Boleh jadi, persoalan kesehatan muncul karena gangguan seksual akibat penuaan atau kekurangan fisik, karena adanya penyakit mental maupun fisik, karena sedang berada di dalam terapi medis atau yang lainnya.