Polusi Udara Jadi Pemicu Kanker Rahim

Polusi udara kini menjadi salah satu penyebab kasus endometriosis yang kian meningkat, yaitu adanya jaringan serupa selaput lendir rahim di luar rongga rahim yang pada waktunya dapat menjadi pemicu kanker.

Selain polusi udara, faktor lain pemicu endometriosis ialah dioksin dan hormon maupun insektisida yang terserap dalam tubuh. Oleh karena itu, penting adanya perbaikan lingkungan dan gaya hidup untuk mencegah endometriosis. Hal itu dikemukakan Teuku Zulkifli Jacoeb (58) dalam pengukuhan sebagai guru besar tetap Obstetri Ginekologi pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Sabtu (23/6) di Jakarta. Selaput lendir di luar rongga rahim, menurut Zulkifli, selain menyebabkan nyeri hebat, ternyata meningkatkan risiko terkena kanker. Kasus endometriosis pun kian meningkat dari tahun ke tahun.

13 juta orang terganggu

Saat ini diperkirakan sekitar 10 persen-15 persen perempuan usia reproduksi menderita endometriosis. Di Amerika, di mana ada tujuh juta penderita endometriosis, pebisnis kehilangan berjuta-juta dollar setiap tahun karena hilangnya produktivitas dan waktu kerja akibat nyeri endometriosis. Di Indonesia, angka kejadian pasti belum diketahui karena belum ada kajian epidemiologik. Akan tetapi, temuan-temuan klinis di rumah sakit berkisar 13,6 persen-69,5 persen pada kelompok infertilitas. Apabila diekstrapolasi dengan jumlah penduduk Indonesia yang 220 juta jiwa, diperkirakan ada 13 juta perempuan usia reproduksi di Indonesia yang mengidap endometriosis. Selain meningkatnya jumlah kasus, usia terkena endometriosis juga semakin muda. Kini remaja pun sudah ada yang terdiagnosis endometriosis. Selain menyebabkan nyeri panggul menahun atau hilang timbul bersamaan atau tanpa haid, penyakit ini juga menyebabkan ketidaksuburan (infertilitas) pada perempuan, keguguran, kehamilan di luar rahim, kembung di perut, nyeri, dan kejang perut bawah, lelah, alergi, serta disfungsi tubuh terkait dengan kekebalan lain. Pada sebagian perempuan, endometriosis dapat berubah menjadi kanker ganas. Belum ada kesepakatan di antara para peneliti mengenai penyebab pasti endometriosis. Ada pendapat endometriosis disebabkan darah haid berbalik, perubahan sel jaringan dewasa menjadi sel tidak normal, masalah penurunan imunitas, atau adanya faktor genetik yang diturunkan. Individu yang memiliki satu A-alel HSD17B1 makin berisiko terkena endometriosis. Faktor pencetus endometriosis, antara lain, adalah gangguan keseimbangan hormonal, infeksi menahun, radiasi (televisi, telepon seluler, komputer, gardu listrik tegangan tinggi), dan sumber dioksin (pembakaran limbah padat dan cair, pembakaran sampah, asap kendaraan bermotor, asap hasil industri kimia, kebakaran hutan). (atk)