Berhubungan Intim saat Haid dan Akibatnya

KEBINGUNGAN banyak pasangan suami-istri (pasutri) seputar amankah berhubungan intim saat haid cukup mengundang banyak perhatian para dokter. Hal ini juga berkembang seiring dengan simpang-siurnya pendapat mengenai dampak berhubungan intim saat Anda dalam siklus haid. Salah satu pendapat yang berkembang di masyarakat adalah bisa menyebabkan kemandulan dan infeksi kandung kemih. Sementara berkembang juga pendapat yang mengatakan bahwa kenikmatan berhubungan intim saat Anda haid sangat efektif mengurangi sakit bulanan lantaran haid. Apalagi sebagian kalangan menganggapnya sebagai cara kontrasepsi alami yang sangat ampuh.

Di tengah kontroversi itu, sebuah seminar menyimpulkan bahwa jika ditilik dari sudut agama khususnya Islam jelas sekali hal ini dilarang. Namun jika berpaling pada sudut biologis dan kedokteran memang ada dua pendapat yang saling bertolak belakang. Secara medis, kenikmatan berhubungan intim memang diakui dapat mengurangi rasa sakit akibat haid.

Terbukti beberapa wanita yang setelah melakukan hubungan intim saat haid mengaku tidak mengalami keluhan kejang perut, sakit perut bagian bawah, dan kembung. Padahal keluhan ini rutin mereka alami setiap bulan. Namun di sisi lain, secara medis juga dinyatakan bahwa darah adalah media yang sangat sempurna bagi mikroorganisme pembawa infeksi untuk berkembang biak. Jadi berhubungan intim saat haid bisa menjadi mediasi yang sangat ampuh untuk saling menyuburkan mikroorganisme penyebab infeksi atau menularkan penyakit kelamin yang diderita masing-masing pihak. Berangkat dari asumsi para dokter, disimpulkan bahwa memang sebaiknya Anda menghindari hubungan intim kala haid. Sebab kuman-kuman infeksi itu bisa saja menyebabkan kanker pada kandung kemih Anda, atau kemandulan akibat infeksi pada organ reproduksi Anda.

Mengenai keampuhannya mengatasi sakit bulanan saat haid, sepertinya itu bisa Anda antisipasi dengan rajin berolahraga dan melakukan diet makanan tertentu yang aktif memicu sakit saat haid. (sw)