Apakah Erotisme dan Oto-erotisme Itu?

Erotisme adalah kemampuan manusia untuk mengalami dan menyadari hasrat dan dorongan seksual, orgasme dan hal-hal lain yang menyenangkan dari seks. Aktivitas seksual, misalnya berhubungan seks, ditujukan untuk mencari erotisme. Orang menikah, berpacaran, pergi ke pelacuran dan semacamnya, didorong oleh erotisme. Anda tertarik dengan laki-laki atau dengan perempuan adalah karena adanya erotisme itu. Mereka, yang Anda sukai, menimbulkan erotisme bagi Anda.

Oto-erotisme adalah keterbangkitan erotik yang dialami seseorang tanpa adanya stimulus erotik dari luar diri seseorang yang hadir secara fisik. Jadi, tanpa ada kehadiran orang lain, Anda tetap mampu merasakan erotisme. Istilah lainnya adalah autoerastia, autophilia, monoseksual, idiosyncrasy dan onanisme.

Masturbasi adalah tema utama dalam oto-erotisme, yakni stimulasi erotik pada tubuh sendiri (biasanya organ genital) yang umumnya menghasilkan orgasme. Masturbasi dilakukan dengan cara manual atau kontak dengan bagian tubuh yang lain, misalnya menggunakan tangan dan atau dengan alat tertentu. Kegiatan masturbasi ini dilakukan kira-kira oleh 95% laki-laki dan 89% perempuan. Mereka yang memiliki pasangan seksual juga tetap melakukannya. Sebuah penelitian pada tahun 1994 di Amerika Serikat menunjukkan bahwa dalam setahun terakhir sebanyak 85% laki-laki dan 45% perempuan melakukan masturbasi meskipun memiliki pasangan seks.

Biasanya, baik laki-laki maupun perempuan menggunakan tangan dalam masturbasi. Namun saat ini tersedia banyak alat bantu seks. Alat bantu masturbasi untuk laki-laki misalnya adalah vagina palsu dan gel pelicin. Sedangkan alat bantu masturbasi perempuan misalnya penis palsu yang sering disebut dildo.

Kata masturbasi berasal dari bahasa inggris, masturbate, yang berasal dari bahasa latin ‘masturbari’. Artinya kira-kira adalah melakukan agitasi dengan tangan. Hampir semua bahasa memiliki istilah untuk masturbasi. Dalam bahasa Jawa Yogyakarta hal itu disebut ‘lojon’, sedangkan dalam bahasa Melayu disebut ‘nyebak’ atau ngisel’.

Berlawanan dengan pendapat umum yang mengatakan bahwa masturbasi itu buruk buat kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa masturbasi aman. Satu-satunya masalah adalah bila orang merasa berdosa melakukannya, sehingga setelah melakukannya akan timbul perasaan bersalah. Secara medis tidak ada kerugian dari melakukan masturbasi. Namun tentu saja akan membahayakan tubuh jika menggunakan alat-alat, misalnya memasukkan penis buatan ke dalam vagina bisa menimbulkan iritasi vagina. Terlalu berlebihan melakukan masturbasi dengan tangan bisa membuat kulit penis lecet dan luka.

Selain masturbasi, salah satu jenis oto-erotisme yang paling dikenal adalah perasaan erotik yang terjadi dalam tidur atau mimpi. Banyak orang mengalami suasana erotik dalam tidurnya. Kaum laki-laki terangsang dan penisnya ereksi. Kaum perempuan mengalami pembasahan vagina. Bahkan banyak orang sampai mengalami orgasme saat tidur atau bermimpi. Hal tersebut normal belaka.

Jenis oto-erotik yang lain adalah lamunan erotik, yakni pikiran dan fantasi erotis selama Anda tersadar. Boleh jadi Anda melamunkan keindahan tubuh seseorang, melamunkan ciuman dengan seseorang atau yang lain. Bahkan, bisa saja erotisme itu muncul dalam situasi romantis, musik yang mengalun merdu, cahaya yang temaram, menikmati seni dan lainnya. Lamunan erotik biasanya tidak menimbulkan orgasme