Si Dia Mempraktikkan Gaya Baru, Selingkuhkah Dia?

Selain, tentunya, gaya missionary, si dia amat menyukai posisi menyamping dan dari belakang (doggy style). Namun tiba-tiba, tanpa meminta persetujuan Anda, ia mempraktikkan gaya baru yang belum pernah Anda lakukan berdua. Terang saja Anda langsung merasa tak nyaman. Mengapa si dia mendadak menginginkan Anda memakai gaya baru ini? Mengapa ia tak menyampaikan keinginannya dulu kepada Anda? Apakah selama ini ia berselingkuh, dan lupa bahwa ia tak pernah menerapkan gaya ini bersama Anda?

Dalam bukunya, The Truth about Cheating, M Gary Neuman mengatakan bahwa beberapa tanda ketidaksetiaan pria adalah seringnya ia menghabiskan waktu tanpa bersama Anda, menghindari kontak dengan Anda, kerap memulai pertengkaran, makin kritis dengan apa saja yang Anda lakukan, dan kemungkinan juga menghindari seks. Hal ini tidak sama dengan pria yang mencoba menghidupkan kehidupan cintanya dengan mempraktikkan gaya atau posisi baru. Bisa jadi si dia sedang mencoba untuk menemukan dirinya kembali secara seksual. Artinya, mungkin selama ini ia merasa aktivitas seksualnya terasa membosankan, dan kini ia ingin memperbaikinya.

Perubahan ini juga bisa berarti ia ingin membuat sesi bercinta lebih menggairahkan untuk Anda, dan mengubah hal-hal yang sudah telanjur menjadi rutinitas. Untuk itu, berikan komentar untuk gerakan-gerakan atau gaya baru yang dibuatnya. Bila mungkin, ambil alih kendali, dan coba pula lakukan hal-hal baru yang diam-diam ingin Anda praktikkan selama ini. Bagaimana pun juga, makeover dalam urusan seks tak akan pernah berpengaruh buruk kok. Selama hubungan Anda tetap kuat, dan ia tetap hadir secara fisik maupun emosional untuk Anda, minatnya terhadap Kama Sutra yang baru ini pasti dilakukannya untuk Anda, bukan wanita lain.

Di luar masalah perubahan gaya ini, jika Anda memang penasaran dengan hal tersebut, lebih baik Anda menanyakannya langsung. Tak ada gunanya menebak-nebak dan berpikiran negatif, yang hanya akan mengganggu ketenangan Anda. Jika Anda mengkhawatirkan berkurangnya hasrat seksualnya, atau apa yang dilakukan dan tidak dilakukannya di kamar tidur, katakan sesuatu. Tentu Anda tak bisa mengatakan, "Kamu kok ngebosenin banget, sih?" atau, "Kamu selingkuh, ya?" Terimalah bahwa ada faktor-faktor yang dapat memengaruhi hasrat dan performa seseorang di atas ranjang, dan karena itu, sebaiknya Anda justru menunjukkan bahwa Anda menyayangi dan menyukai sesi bercinta dengannya. Setelah itu, lanjutkan dengan menyampaikan apa yang kira-kira membuatnya terganggu. Semakin Anda terbuka mengenai kehidupan seksual Anda, semakin mudah untuk mengatasi persoalan apa pun yang mungkin muncul.

Bila si dia maunya itu-itu saja

Nah, bagaimana bila yang terjadi sebaliknya, si dia hanya ingin melakukan gaya yang itu-itu saja?

Menurut Amber Madison, sex educator dan penulis buku Hooking Up: A Girl's All-Out Guide to Sex and Sexuality, jika pasangan cenderung tidak memedulikan ketika Anda menginginkan sesuatu yang baru, kemungkinan ia mengira apa yang dilakukannya telah membuat Anda bosan, atau ia tak lagi dapat memuaskan Anda. Akibatnya, ia memilih bertahan. Bila sudah begini, cobalah memahami bahwa kali ini egonya yang tengah terganggu.

Namun, tentu saja, jangan biarkan hal ini berlarut-larut. Berikan respons yang lebih positif untuknya. Katakan bahwa Anda sangat menikmati momen ini bersamanya, bahwa Anda sangat menginginkannya, dan Anda ingin mencoba menerapkan posisi apa saja bersamanya. Lalu, dorong agar ia menyampaikan hal-hal baru yang ingin dicobanya bersama Anda. Dengan menunjukkan sikap memujanya lebih dulu, ia pasti tak akan terintimidasi lagi oleh imajinasi Anda.