Apakah Orgasme Itu?

Anda pernah orgasme? Sayang sekali kalau belum. Orgasmelah yang dicari dalam hubungan seksual. Boleh dibilang, orgasme adalah puncak pencarian erotisme. Hampir semua tindakan erotis diarahkan semata-mata untuk mencapai orgasme. Sebagian orang malah menyebutnya sebagai surga di bumi. Jadi, kalau belum pernah orgasme, berusahalah mencapainya.

Orgasme bisa diperoleh dari hubungan seksual ataupun melalui masturbasi. Asalkan ada rangsangan erotik maka bisa memunculkan orgasme. Tapi tahukah Anda bahwa orgasme bisa terjadi saat Anda tidur? Orgasme saat tidur merupakan hal normal belaka. Seringkali orgasme dimunculkan oleh mimpi yang erotik. Misalkan Anda bermimpi melakukan hubungan seksual dan orgasme. Maka secara riil, Anda benar-benar mengalami orgasme, di mana vagina Anda mengalami lubrikasi (pembasahan) dan penis Anda ereksi.

Apa sebenarnya orgasme? Menjelang atau pada saat orgasme terjadi vasocongestion (berkumpulnya darah pada daerah kelamin dan payudara sehingga daerah tersebut menjadi hangat) dan myotonia (ketegangan otot-otot syaraf). Pada laki-laki orgasme gampang dilihat, yakni terjadinya ejakulasi. Kontraksi otot-otot pubokoksigeus, perineum, dan penis mendorong cairan semen yang berisi sperma keluar dari penis. Namun demikian, orgasme bisa saja terjadi tanpa ejakulasi. Pada perempuan, orgasme adalah kontraksi otot pelvik dasar, rektum. uterus dan otot vagina. Antara 5 sampai 12 kontraksi terjadi dalam rentang waktu 1 detik.

Secara umum, pengalaman orgasme bagi perempuan dan laki-laki sangat mirip. Ada semacam sensasi denyutan atau perasan ‘tersetrum’ pada perempuan dan ada sensasi mengejang pada laki-laki. Pada saat orgasme, pernafasan meningkat menjadi 30 sampai 40 tarikan nafas. Rata-rata denyut nadi antara 110 sampai 180 per menit. Tekanan darah juga meningkat antara 30 sampai 80 mm/Hg untuk sistolik dan 20 sampai 40 mm/Hg untuk diatolik.

Orgasme pada perempuan terdiri dari 2 jenis berdasarkan tempat perangsangannya, yakni orgasme klitoral dan orgasme vaginal. Orgasme klitoral artinya orgasme dicapai melalui perangsangan klitoris, baik secara langsung dirangsang melalui sentuhan atau tidak langsung melalui pergesekan tekanan dinding vulva sebagai akibat gerakan penis ke dalam vagina. Orgasme vaginal adalah orgasme yang timbul karena persentuhan dengan daerah G-spot (daerah yang sensitif dengan rangsangan selain klitoris) di dalam vagina.

Meskipun orgasme adalah tujuan hubungan seks, namun penelitian menunjukkan bahwa hanya 75% laki-laki dan 29% perempuan yang selalu orgasme saat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Artinya ada sebagian orang yang pernah tidak orgasme saat melakukan hubungan seksual. Bahkan ada perempuan yang menyatakan diri tidak pernah mengalami orgasme seumur hidupnya meski telah menikah puluhan tahun dan memiliki beberapa anak.

Sekitar 10% perempuan adalah pre-orgasmia alias tidak pernah mengalami orgasme. Hal ini wajar karena dalam banyak budaya, perempuan dituntut untuk hanya melayani hasrat seksual laki-laki dan bertindak pasif dalam hubungan seksual. Selain itu, pre-orgasme bisa saja disebabkan oleh karena pasangannya mengalami disfungsi seksual dan si perempuan tidak mau melakukan masturbasi.

Selain pre-orgasmia ada anorgasmia yang artinya ketidakmampuan mencapai orgasme. Biasanya ketidakmampuan itu disebabkan karena beberapa sebab, misalnya karena kecanduan alkohol, kecanduan narkoba, depresi, sedih, dalam proses pengobatan, dan adanya penyakit kronis. Kekerasan dalam hubungan seksual juga bisa menyebabkan kegagalan mencapai orgasme.