Gemuk! Mungkinkah Klak Kena Kanker Payudara?

SALAH satu faktor yang bisa dijadikan indikator seorang wanita mengidap kanker payudara setelah menopause adalah bagaimana pertambahan berat badan wanita itu ketika dewasa dan sebelum mengalami menopause. Gemuk di sekitar perut katanya bisa jadi indikator dari kemungkinan kanker payudara itu. Wanita yang mengalami kelebihan berat badan dalam hidup mereka adalah yang berkemungkinan mengalami kanker payudara setelah menopause.

“Mengalami peningkatan berat badan dalam hidup berisiko meningkatkan penyakit kanker payudara,” kata Dr Christine M Friedenreich dai Dewan Kanker Alberta di Calgary. “Berkelebihan berat badan setelah menopause juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko itu,” katanya menambahkan. Pertambahan berat tampaknya merupakan risiko yang khusus apalagi kalau kelebihan kilogram itu berada di sekitar perut, kata peneliti Canada itu dalam catatannya. Bentuk tubuh wanita dan berat tubuhnya selama ini dianggap berpengaruh terhadap risiko dirinya mengidap kanker payudara, tetapi memang buktinya masih belum lengkap.

Untuk mengevaluasi kemungkinan hubungan, Friedenreich dan rekan-rekannya membandingkan 1.233 wanita yang menderita kanker payudara dan kelompok pengontrol yang terdiri dari 1.237 wanita yang tidak menderita. Di kalangan wanita yang belum menopause, tak satupun faktor yang disebut antropometrik — daerah sekeliling pinggang, rasio dari pinggang ke pinggul dan penambahan berat selama masa dewasa — mempengaruhi risiko kanker. Demikian menurut laporan International Journal of Cancer.

Tetapi bentuk tubuh wanita dan berat tubuh memang mempengaruhi risiko kanker payudara setelah menopause. Wanita yang memiliki rasio dari pinggang ke pinggul tertinggi, artinya mereka membawa lebih banyak beban di sekitar perut mereka. Itu tandanya mereka akan 43% lebih mungkin kena kanker payudara dibandingkan mereka yang rasionya rendah. Pertambahan berat tubuh ketika dewasa nampaknya juga membuat wanita lebih rentan terhadap kanker payudara. Wanita yang paling banyak menambah berat tubuh sejak usia 20 tahun (25 kilogram atau sekitar 55 pon atau lebih) akan 35% kemungkinannya mengalami perkembangan kanker payudara dibandingkan mereka yang pertambahannya kurang (7,8 kilogram atau sekitar 17 pon). Pengaruh terapi pergantian hormon pada risiko terkena kanker payudara masih kontroversial.

Tetapi penelitian terbaru mengatakan bahwa terapi hormon mungkin mengurangi terjadinya peningkatan risiko, yang dipengaruhi oleh penambahan berat tubuh atau terjadi penambahan beberapa kilogram di sekitar pinggang. Kaitannya antara semua pengukur berat tubuh dan besar tubuh dengan risiko kanker semakin kuat pada wanita yang tidak pernah menggunakan terapi pergantian hormon.

Meskipun Fridenreich dan rekan-rekannya menyerukan diadakannya penelitian tambahan, mereka menyimpulkan bahwa menghindari terlalu banyak kelebihan berat badan dalam hidup akan berarti pula mengurangi risiko kanker payudara setelah menopause, terutama bagi wanita yang tidak pernah melakukan terapi pergantian hormon. (sm)